Senin, 17 Agustus 2009

Pagi

Kurasakan pelukan surya yang hangat, menggetarkan batin, memaksa Indera penglihatku tuk terjaga...
Kulihat hari yang begitu berkilau, inspirasi sinar yang akan kembali merajai hari dengan lukisan lazuardinya...
Sesekali kuraba dinginnya embun...
Menetes di tulang-tulang dedaunan yang masih mengigil, basah...
Menunggu gemulai surya memercikkan kehangatan sinarnya, hingga merangkak menggapai pelukan bintang, dan kembali terlelap dalam hakikinya kedamaian...

Sabtu, 15 Agustus 2009

Senja di Mahameru

Berdiri ku menatap mega, merah jingga...
Merah menyala dalam kerinduan yang bergelora
Seperti ini kah merah jingga senjanya diatas mahameru mu?
Kokoh berdiri tegak ditengah terpaan angin
Samar-samar kan kau dengar hati yang berbisik...
"Tetaplah tegar, setegar karang...hingga ujung jamarimu meraih Merah Putih itu...
dipuncak Mahameru...dan kembali sebagai lelakiku...





Jumat, 07 Agustus 2009

Tears in Heaven.

Saat penglihatanku menjadi hitam, pekat dan gelap, seseorang datang dengan tangan malaikatnya, mengangkatku dan memberikan secercah cahayanya untuk kugenggam dan kuusapkan ke mata batinku yang nyaris hilang dalam pekatnya kegelapan...
inspirasi cahaya untuk hawa yg merasa haus akan pelukan kedamaian, genggaman kasih sayang, dan indahnya harapan...
dalam terang itu, pelan kutemukan diriQ samar2 melihat sosoknya yang dipenuhi cahaya...
cahaya yang menyimpan sejuta pesona yang tersimpan dalam putih jiwanya...
(Ayah...Acintako double2)










Senin, 03 Agustus 2009

Life...

Terkadang kita tidak hanya harus belajar dari pengalaman orang lain untuk bisa memahami bahwa hidup ini memang dinamis. kita bisa bercermin pada diri kita sendiri, dan merasakan dinamisnya hidup lewat peristiwa-peristiwa yang terjalin bak sebuah skenario yang tlah matang untuk di ramu menjadi sebuah cerita yang apik. tetapi karena hanya Dia lah yang menentukan jalannya skenario hidup ini, maka kita hanya mampu mmbuat scriptnya, selebihnya Dialah yang menjadi maha sutradara dan yang menentukan Ending dari cerita hidup ini. dan lewat goresan takdirnya Dia menentukan takdir sesorang perempuan yang harus menjalani dan terkadang terpaksa menikmati tiap detail-detail cerita yang terus bergulir, dengan segala keindahan dan kemisteriusan ceritanya.
dan inilah hidup, real, selalu membelokkan keinginan dan harapan lalu menghempaskannya di jurang kekecewaan. mengapa harus kecewa???
karena jika tidak ada kecewa, bukan hidup namanya.
karena kekecewaanlah yang memberikan semangat, semangat untuk mengais sedikit demi sedikit kebahagiaan. Kebahagiaan yang dipersembahkan untuk orang yang dicintai dengan segenap hati, meskipun telah pergi untuk selama-lamanya meniggalkan indah dan penatnya hidup. Ayah, satu nama yang hingga hari ini selalu kusebut, seseorang yang akan selalu menempati ruang spesial dihatiku, di sisi Ibuku.
Untuk merekalah kebahagiaan itu, meskipun dalam hidup yang pahit, dan miris ini,Q harus berjalan terseok-seok mencari celah pengharapan untuk bangkit, meskipun sulit...


terkadang kita tidak hanya harus belajar dari pengalaman orang lain untuk bisa memahami bahwa hidup ini memang dinamis. kita bisa bercermin dari diri kita sendiri, dan merasakan dinamisnya hidup lewat peristiwa-peristiwa yang terjalin bak sebuah skenario yang tlah matang untuk di ramu menjadi sebuah cerita yang apik. tetapi karena hanya Dia lah yang menentukan jalannya skenario hidup ini, maka kita hanya mampu mmbuat scriptnya, selebihnya Dialah yang menjadi maha sutradara dan yang menentukan Ending dari cerita hidup ini.

Sebuah gejolak rasa yang terpendam serta merta membuncah, mengepulkan asap dari lahar hati yang panas, yang dalam hitungan milenia telah memendam kerinduan yang teramat sangat...dan seketika semua lebur oleh pertemuan 2 hati yang dipenuhi gairah yang meletup2...
menunggu saat yang tepat untuk mengekspresikan dan menuangkan setetes demi setetes kerinduan hingga menjadi lautan gairah yang takkan pernah lekang oleh arus perputaran waktu
Salah kah jika hati dan logika tak lagi erat dalam sejatinya pertemuan itu???


Minggu, 05 Juli 2009

Dia...

Ada sebuah pemikiran yang serta merta memuncak di saat ketidakacuhan membersihkan pandangan seseorang, Sehingga ia melihat kehidupan diselubungi oleh nyanyian, dikelilingi oleh lingkaran memuncak laksana menara cahaya antara bumi dan keterbatasan. Itulah salah satu lilin hakikat keberadaan yang tiba-tiba mendobrak masuk ke lidah api dalam jiwa dan membakar semua sekam yang melayang dilangit luas. Itulah perasaan yang turun ke dalam nurani seseorang.
By : Kahlil Gibran



Cinta tidak bisa diuraikan atau hilang dalam ambisi yang tinggi atau kehausan akan kebesaran cinta adalah kehidupan kedua yang tumbuh didalam hati kita yang menghangatkan semua nadi dan berdetak dalam setiap denyut jantung.