Senin, 07 September 2009

Disappoint....

Tak satupun hati yang pernah dengan lembut menggoyahkan jiwanya yang yang bebal atas derita. Hanya sebatas rasa yang berdiam sementara, dan setelah jauh dia menoleh kebelakang melihat siapa yang berdiri tersenyum melihat penderitaan jiwanya yang tidak hanya meremukkan tulangnya, tetapi sekaligus menghisap seluruh tenaganya, kemauan hidupnya, dan kemampuannya untuk memberikan cinta...
semua hancur tak bersisa. Malaikat sekalipun tak dapat memberikan keajaiban bulu sayapnya yang selalu menenangkan jiwa yang rapuh, tidak untuk dia. terlalu banyak darah yang menetes beriringan dengan air matanya yang sia-sia jatuh ke bumi untuk seorang pendusta...
Lebih baik mati dan tak pernah membuka mata kembali, dari pada menerima kenyataan bahwa hati itu telah hancur dengan kepingan-kepingan darah yang membeku. Ada lagi hati yang datang dengan membawa penawar luka dengan malailat cinta bersayapnya. Mengapa kau harus menerbitkan lagi kecewa yang sudah lama terselubung sengsara???

Kamis, 03 September 2009

Bukan hari ini...


Bukan hari ini, mata kita terbuka dan melihat dunia dengan beragam coraknya. Bukan hari ini tangan-tangan kita pertama kali menggapai untaian-untaian harapan yang mengikat pikiran-pikiran yang haus akan kebahagiaan, tapi harus hari ini kita bercermin dan berpaling kembali melihat dunia, merasakan dan menyelami bahwa sejak saat ini, seharusnya harapan dan impian untuk menggapai kebahagiaan bukan hanya untuk diri yang berhias materi, tetapi untuk mereka yang membutuhkan dan benar-benar hidup dalam sendiri...

Jumat, 28 Agustus 2009

Kosong

"Di dalam keramaian aku masih merasa sepiii.....sendiri memikirkan kamu...kau genggam hatiku dan kau tuliskan namamuuu...tulis namamuuuu...." (Mahadewi.red).

liriknya pas bwtQ yg mmank brasa kosong....0 inspirasi, merasa sendiri, tanpa ekspresi...ke mana semangat hari ini? apa mungkin karena cairan di otakku sudah terkontaminasi dengan satu kata, "malas". karena setiap orang bisa jd kehilangan semangatnya kalo bermalas-malasan. Rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh, miskin, etc. Harusnya hari ini bisa menjadi hari yang full spirit.


Selasa, 25 Agustus 2009

Lonely...

Lahir dari kesakitan dan hidup dalam kesakitan, tak ada ujung pangkal smua terasa menusuk menyakitkan. Ada kah akhir dari persakitan yang slalu menggoreskan catatan-catatan suram diatas kertas yang tertoreh noda luka mematikan????
Hanya berteman angan-angan, merangkai seuntai harapan yang berujung penolakan terhadap kenyataan yang menjadikan beringas, liar, dan patah arang karena sebagian elemen hati yang mulai hilang. Adakah seseorang yang masih mengingat namaku? seseorang yang menemukan penyembuh luka yang nyaris membuat....bersambung

Kamis, 20 Agustus 2009

Ayah....


Dalam sunyi...
Kulangkahkan kaki, sambil mengusap peluh yang mengundang lelah...
Di tengah terik, di tanah yang masih terasa basah ini...
Kulihat Ibu tersenyum dihadapanmu Ayah...
Tangannya yang masih halus, membuka helai demi helai barisan doa yang trus dipanjatkannya untukmu...
Kusadari, betapa kehilangannya kami...
Betapa air mata yang terkadang tanpa kami sadari mengalir begitu saja ketika memory itu kembali menghangatkan jiwa kami...

Serasa menemukan setitik air ditengah gurun pasir yang terik...
Kulihat bayangmu, masih seperti Ayahku yang tegar, setegar musfir ditengah terik yang membakar...
Ku ikut tersenyum, dan kembali ku seka air mataku...
Aku bangga menjadi anakmu...



Senin, 17 Agustus 2009

Pagi

Kurasakan pelukan surya yang hangat, menggetarkan batin, memaksa Indera penglihatku tuk terjaga...
Kulihat hari yang begitu berkilau, inspirasi sinar yang akan kembali merajai hari dengan lukisan lazuardinya...
Sesekali kuraba dinginnya embun...
Menetes di tulang-tulang dedaunan yang masih mengigil, basah...
Menunggu gemulai surya memercikkan kehangatan sinarnya, hingga merangkak menggapai pelukan bintang, dan kembali terlelap dalam hakikinya kedamaian...

Sabtu, 15 Agustus 2009

Senja di Mahameru

Berdiri ku menatap mega, merah jingga...
Merah menyala dalam kerinduan yang bergelora
Seperti ini kah merah jingga senjanya diatas mahameru mu?
Kokoh berdiri tegak ditengah terpaan angin
Samar-samar kan kau dengar hati yang berbisik...
"Tetaplah tegar, setegar karang...hingga ujung jamarimu meraih Merah Putih itu...
dipuncak Mahameru...dan kembali sebagai lelakiku...